Sebuah kebinasaan

image

Jika orang sekelas kuli bangunan saja bisa membuat sebuah kabar berita yg terkemas dalam sebuah blog atau situs, bagaimana dengan kaum intelektual elit politik atau orang-orang tertentu yg memiliki pendidikan tinggi dan pembiayaan dana yg lebih besar? Mungkin kabar berita yg mereka buat akan terlihat lebih sempurna bahkan elegan

Hal yang patut di khawatirkan adalah ketika kabar berita dibuat untuk tujuan-tujuan tertentu, yg di rancang khusus sebagai senjata mematikan untuk mengadu domba memfitnah menghancurkan golongan tertentu

Dan tidak dapat di pungkiri ketika sebuah berita di publikasikan akan banyak orang terjebak karena dengan mudahnya menelan mentah-mentah berita tersebut

Seperti sebuah perumpamaan:
“Ketika musuh melempar sebuah belati kearah anda kemudian anda menangkap belati itu namun tidak melemparkannya kembali ke arah musuh akan tetapi belati itu anda tusukan ke tubuh anda sendiri”

Dengan begitu kebinasaanlah yg akan di dapat karena sebuah pemberitaan yg di rancang dengan maksud dan tujuan untuk sebuah penghancuran telah berhasil mencapai titik kesempurnaan melalui pemikiran menjadi sebuah keyakinan yg semakin mengeras

#MiniArticle

written by xzardneham
http://www.facebook.com/mahendrazx

Iklan

Khalifah yang di rindukan

image

Pengertian Khilafah dan Khalifah

Khilafah dalam terminology politik Islam ialah sistem pemerintahan Islam yang meneruskan sistem pemerintahan Rasulullah Saw. dengan segala aspeknya yang berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul Saw. Sedangkan Khalifah ialah Pemimpin tertinggi umat Islam sedunia, atau disebut juga dengan Imam A’zhom yang sekaligus menjadi pemimpin Negara Islam sedunia atau lazim juga disebut dengan Khalifatul Muslimin.

Khalifah dan khilafah itu hanya terwujud bila :

Adanya seorang Khalifah dalam satu masa yang diangkat oleh umat Islam sedunia. Khalifah tersebut harus diangkat dengan sistem Syura bukan dengan jalan kudeta, sistem demokrasi atau kerajaan (warisan).

Adanya wilayah yang menjadi tanah air (wathan) yang dikuasai penuh oleh umat Islam.

Diterapkannya sistem Islam secara menyeluruh. Atau dengan kata lain, semua undang-undang dan sistem nilai hanya bersumber dari Syariat Islam yang bersumberkan dan berdasarkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul Saw. seperti undang-undang pidana, perdata, ekonomi, keuangan, hubungan internasional dan seterusnya.

Adanya masyarakat Muslim yang mayoritasnya mendukung, berbai’ah dan tunduk pada Khalifah (pemimpin tertinggi) dan Khilafah (sistem pemerintahan Islam).

Sistem Khilafah yang dibangun bukan berdasarkan kepentingan sekeping bumi atau tanah air tertentu, sekelompok kecil umat Islam tertentu dan tidak pula berdasarkan kepentingan pribadi Khalifah atau kelompoknya, melainkan untuk kepentingan Islam dan umat Islam secara keseluruhan serta tegaknya kalimat Allah (Islam) di atas bumi. Oleh sebab itu, Imam Al-Mawardi menyebutkan dalam bukunya “Al-Ahkam As-Sulthaniyyah” bahwa objek Imamah (kepemimpinan umat Islam) itu ialah untuk meneruskan Khilafah Nubuwwah (kepemimpinan Nabi Saw.) dalam menjaga agama (Islam) dan mengatur semua urusan duniawi umat Islam.

Syarat-Syarat Khalifah

Karena Khalifah itu adalah pemimpin tertinggi umat Islam, bukan hanya pemimpin kelompok atau jamaah umat Islam tertentu, dan bertanggung jawab atas tegaknya ajaran Islam dan ururusan duniawi umat Islam, maka para ulama, baik salaf (generasi awal Islam) maupun khalaf (generasi setelahnya), telah menyepakati bahwa seorang Khalifah itu harus memiliki syarat atau kriteria yang sangat ketat. Syarat atau kriteria yang mereka jelaskan itu berdasarkan petunjuk Al-Qur’an, Sunnah Rasul Saw. dan juga praktek sebagian Sahabat, khususnya Khulafaurrasyidin setelah Rasul Saw, yakni Abu Bakar, Umar, Utsman dan Ali, radhiyallahu ‘anhum ajma’in.

Menurut Syekh Muhammad Al-Hasan Addud Asy-Syangqiti, paling tidak ada sepuluh syarat atau kriteria yang harus terpenuhi oleh seorang Khalifah :

1.Muslim. Tidak sah jika ia kafir, munafik atau diragukan kebersihan akidahnya.
2.Laki-Laki. Tidak sah jika ia perempuan karena Rasul Saw bersabda : Tidak akan sukses suatu kaum jika mereka menjadikan wanita sebagai pemimpin.
3.Merdeka. Tidak sah jika ia budak, karena ia harus memimpin dirinya dan orang lain. Sedangkan budak tidak bebas memimpin dirinya, apalagi memimpin orang lain.
4.Dewasa. Tidak sah jika anak-anak, kerena anak-anak itu belum mampu memahami dan memenej permasalahan.
5.Sampai ke derajat Mujtahid. Kerena orang yang bodoh atau berilmu karena ikut-ikutan (taklid), tidak sah kepemimpinannya seperti yang dijelaskan Ibnu Hazm, Ibnu Taimiyah dan Ibnu Abdul Bar bahwa telah ada ijmak (konsensus) ulama bahwa tidak sah kepemimpinan tertinggi umat Islam jika tidak sampai ke derajat Mujtahid tentang Islam.
6.Adil. Tidak sah jika ia zalim dan fasik, karena Allah menjelaskan kepada Nabi Ibrahim bahwa janji kepemimpinan umat itu tidak (sah) bagi orang-orang yang zalim.
7.Profesional (amanah dan kuat). Khilafah itu bukan tujuan, akan tetapi sarana untuk mencapai tujuan-tujuan yang disyari’atkan seperti menegakkan agama Allah di atas muka bumi, menegakkan keadilan, menolong orang-orang yang yang dizalimi, memakmurkan bumi, memerangi kaum kafir, khususnya yang memerangi umat Islam dan berbagai tugas besar lainnya. Orang yang tidak mampu dan tidak kuat mengemban amanah tersebut tidak boleh diangkat menjadi Khalifah.
Sebab itu, Imam Ibnu Badran, rahimahullah, menjelaskan bahwa pemimpin-pemimpin Muslim di negeri-negeri Islam yang menerapkan sistem kafir atau musyrik, tidaklah dianggap sebagai pemimpin umat Islam karena mereka tidak mampu memerangi musuh dan tidak pula mampu menegakkan syar’ait Islam dan bahkan tidak mampu melindungi orang-orang yang dizalimi dan seterusnya, kendatipun mereka secara formal memegang kendali kekuasaan seperti raja tau presiden. Lalu Ibnu Badran menjelaskan : Mana mungkin orang-orang seperti itu menjadi Khalifah, sedangkan mereka dalam tekanan Taghut (Sistem Jahiliyah) dalam semua aspek kehidupan?
8.Sehat penglihatan, pendengaran dan lidahnya dan tidak lemah fisiknya. Orang yang cacat fisik atau lemah fisik tidak sah kepemimpinannya, karena bagaimana mungkin orang seperti itu mampu menjalankan tugas besar untuk kemaslahatan agama dan umatnya? Untuk dirinya saja memerlukan bantuan orang lain.
9.Pemberani. Orang-orang pengecut tidak sah jadi Khalifah. Bagaimana mungkin orang pengecut itu memiliki rasa tanggung jawab terhadap agama Allah dan urusan Islam dan umat Islam? Ini yang dijelaskan Umar Ibnul Khattab saat beliau berhaji : Dulu aku adalah pengembala onta bagi Khattab (ayahnya) di Dhajnan. Jika aku lambat, aku dipukuli, ia berkata : Anda telah menelantarkan (onta-onta) itu. Jika aku tergesa-gesa, ia pukul aku dan berkata : Anda tidak menjaganya dengan baik. Sekarang aku telah bebas merdeka di pagi dan di sore hari. Tidak ada lagi seorangpun yang aku takuti selain Allah.
10.Dari suku Quraisy, yakni dari puak Fihir Bin Malik, Bin Nadhir, Bin Kinanah, Bin Khuzai’ah. Para ulama sepakat, syarat ini hanya berlaku jika memenuhi syarat-sayarat sebelumnya. Jika tidak terpenuhi, maka siapapun di antara umat ini yang memenuhi persayaratan, maka ia adalah yang paling berhak menjadi Khalifah.

Sistem Pemilihan Khalifah

Dalam sejarah umat Islam, khususnya sejak masa Khulafaurrasyidin sepeninggalan sistem Nubuwah di bawah kepemimpinan Nabi Muhammad Saw. sampai jatuhnya Khilafah Utsmaniyah di bawah kepemimpinan Khalifah Abdul Hamid II yang berpusat di Istambul, Turkey tahun 1924, maka terdapat tiga sistem pemilihan Khalifah.

Pertama, dengan sistem Wilayatul ‘Ahd (penunjukan Khalifah sebelumnya), seperti yang terjadi pada Umar Ibnul Khattab yang ditunjuk oleh Abu Bakar.

Kedua, dengan sistem syura, sebagaimana yang terjadi pada Khalifah Utsman dan Ali. Mereka dipilih dan diangkat oleh Majlis Syura. Sedangkan anggota Majlis Syura itu haruslah orang-orang yang shaleh, faqih, wara’ (menjaga diri dari syubhat) dan berbagai sifat mulia lainnya. Oleh sebab itu, pemilihan Khalifah itu tidak dibenarkan dengan cara demokrasi yang memberikan hak suara yang sama antara seorang ulama dan orang jahil, yang shaleh dengan penjahat dan seterusnya. Baik sistem pertama ataupun sistem kedua, persyaratan seorang Khalifah haruslah terpenuhi seperti yang dijelaskan sebelumnya. Kemudian, setelah sang Khalifah terpilih, maka umat wajib berbai’ah kepadanya.

Ketiga, dengan sistem kudeta (kekuatan) atau warisan, seperti yang terjadi pada sebagian Khalifah di zaman Umawiyah dan Abbasiyah. Sistem ini jelas tidak sah karena bertentangan dengan banyak dalil Syar’i dan praktek Khulafaurrasyidin.

Tugas dan Kewajiban Khalifah

Sesungguhnya tugas dan kewajiban khalifah itu sangat berat. Wilayah kepemimpinannya bukan untuk sekelompok umat Islam tertentu, akan tetapi mecakup seluruh umat Islam sedunia. Cakupan kepemimpinannya bukan hanya pada urusan tertentu, seperti ibadah atau mu’amalah saja, akan tetapi mencakup penegakan semua sistem agama atau syari’ah dan managemen urusan duniawi umat. Tanggung jawabnya bukan hanya terhadap urusan dunia, akan tetapi mencakup urusan akhirat. Tugasnya bukan sebatas menjaga keamanan dalam negeri, akan tetapi juga mencakup hubungan luar negeri yang dapat melindungi umat Islam minoritas yang tinggal di negeri-negeri kafir. Kewajibannya bukan hanya sebatas memakmurkan dan membangun bumi negeri-negeri Islam, akan tetapi juga harus mampu meberikan rahmat bagi negeri-negeri non Muslim (rahmatan lil ‘alamin).

Secara umum, tugas Khalifah itu ialah :

Tamkin Dinillah (menegakkan agama Allah) yang telah diridhai-Nya dengan menjadikannya sistem hidup dan perundangan-undangan dalam semua aspek kehidupan.

Menciptakan keamanan bagi umat Islam dalam menjalankan agama Islam dari ancaman orang-orang kafir, baik yang berada dalam negeri Islam maupun yang di luar negeri Islam.

Menegakkan sistem ibadah dan menjauhi sistem dan perbuatan syirik (QS.Annur : 55).

Menerapkan undang-undang yang ada dalam Al-Qur’an, termasuk Sunnah Rasul Saw. dengan Haq dan adil, kendati terhadap diri, keluarga dan orang-orang terdekat sekalipun. (QS. Annisa’ : 135, Al-Maidah : 8 & 48, Shad : 22 & 26)

Berjihad di jalan Allah.

Kesimpulan

Dari uraian singkat di atas dapat disimpulkan :

Khilafah dan Khalifah dua hal yang saling terkait. Keduanya merupakan ajaran Islam yang fundamental. Menegakkan Khilafah dan memilih Khalifah hukumnya wajib. Semua umat Islam berdosa selama keduanya belum terwujud.

Khilafah belum terbentuk atau belum dianggap ada sebelum diangkatnya seorang Khallifah yang memenuhi syarat-syarat yang disebutkan di atas, dipilih dan diangkat dengan sistem Syura umat Islam, dan mampu menunaikan tugas dan tanggung jawabnya sebagai pemimpin tertinggi umat Islam sedunia.

Khilafah bukan tujuan, akan tetapi adalah alat untuk menegakkan dan menerapkan agama Allah secara menyeluruh dan orisinil.

Allahu a’lamu bish-shawab.

Sumber: eramuslim

written by xzardneham
http://www.facebook.com/mahendrazx

Kebahagiaan beriman dan berjihad

image

Kebahagiaan beriman dan berjihad

JIHAD BUKAN TERROR

Seseorang yang sudah merasa nyaman dengan kedudukan harta jabatan dan anak-anak mereka akan menyangkal ayat-ayat jihad seperti yg tertulis dalam surat At-Taubah ayat 81-87

Seolah ayat jihad yg tertulis dalam surat At-Taubah ini adalah sesuatu yg usang, sesuatu yg harus di lupakan dan di tinggalkan, seperti sesuatu yg bukan bagian dari Al-Quran atau seperti bukan bagian dari islam, kemudian mengatakan “oh bukan seperti itu cara penafsirannya” kemudian mengadakan ayat tandingan seperti Qs. Al-Ma’idah 32

Padahal sudah jelas dalam ayat jihad tersebut, Allah menyebut kafir kepada orang yg mematahkan semangat seseorang yg hendak berjihad dan menyebut munafik kepada orang yg enggan berjihad

Bahkan Allah tidak memperkenankan kematian orang tersebut untuk di shalatkan jasadnya atau di doakan di kuburnya

Jihad dalam arti kata bukan berarti menghalalkan seseorang untuk membunuh sekehendak hati, bukan pula menghalalkan seseorang untuk melakukan bunuh diri, berdasarkan sejarah peperangan pada zaman Rasulullah jihad yg sesungguhnya lebih kepada menegakan syariat islam atau mensejahterakan umat islam

Banyak cara untuk berjihad karena jihad bukan hanya mengikhlaskan jiwa tapi bisa juga dengan harta atau ilmu yg bermanfaat untuk mengingatkan seseorang agar kembali ke jalan Allah

Namun ketika ada sebagian umat islam teraniaya yg membutuhkan pertolongan atau telah terjadi suatu pembunuhan masal terhadap umat islam, ayat jihad ini berlaku dan seluruh umat islam di seluruh dunia wajib berjihad dengan harta dan jiwanya sebagaimana yg telah di tuliskan dalam ayat-ayat jihad

Akan tetapi ada syarat-syarat tertentu dalam melakukan jihad karena sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yg berlebihan, jihad yg di sarankan atau diperbolehkan adalah jihad yg berlandaskan hukum qisos

Berikut adalah Qs. At-Taubah (pengampunan) 81-87

Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) itu, merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: “Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini”. Katakanlah: “Api neraka jahannam itu lebih sangat panas(nya)” jika mereka mengetahui.

Maka hendaklah mereka tertawa sedikit dan menangis banyak, sebagai pembalasan dari apa yang selalu mereka kerjakan.

Maka jika Allah mengembalikanmu kepada suatu golongan dari mereka, kemudian mereka minta izin kepadamu untuk keluar (pergi berperang), maka Katakanlah: “Kamu tidak boleh keluar bersamaku selama-lamanya dan tidak boleh memerangi musuh bersamaku. Sesungguhnya kamu telah rela tidak pergi berperang kali yang pertama. Karena itu duduklah bersama orang-orang yang tidak ikut berperang”.

Dan janganlah kamu sekali-kali menyembahyangkan (jenazah) seorang yang mati di antara mereka, dan janganlah kamu berdiri (mendoakan) di kuburnya. Sesungguhnya mereka telah kafir kepada Allah dan Rasul-Nya dan mereka mati dalam keadaan fasik.

Dan janganlah harta benda dan anak-anak mereka menarik hatimu. Sesungguhnya Allah menghendaki akan mengazab mereka di dunia dengan harta dan anak-anak itu dan agar melayang nyawa mereka, dalam keadaan kafir.

Dan apabila diturunkan suatu surat (yang memerintahkan kepada orang munafik itu): “Berimanlah kamu kepada Allah dan berjihadlah beserta Rasul-Nya”, niscaya orang-orang yang sanggup di antara mereka meminta izin kepadamu (untuk tidak berjihad) dan mereka berkata: “Biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk”.

Mereka rela berada bersama orang-orang yang tidak berperang, dan hati mereka telah dikunci mati maka mereka tidak mengetahui (kebahagiaan beriman dan berjihad).

Tak ada khilafah tanpa khalifah

image

TAK ADA KHILAFAH TANPA KHALIFAH

Banyak yg berpikir kekhalifahan itu adalah sebuah kenabian atau kerasulan padahal kekhalifahan itu sebuah kepemimpinan yg menegakan hukum syar’i diatas khilafah (negara yg menegakan syariat islam) untuk memimpin umat islam sedunia

Ketidak tahuan umat islam tentang kekhalifahan menolak keras berdirinya sebuah kekhalifahan, seolah dengan berdirinya sebuah kekhalifahan dunia ini akan segera berakhir

Selama satu abad lebih ini umat islam telah hidup tanpa seorang khalifah, entah umat islam menyadari atau tidak akan hal itu, entah umat islam sudah merasa tahu atau mungkin sudah merasa cukup dengan keislamannya

Padahal sebuah kekhalifahan itu wajib karena tanpa seorang khalifah umat islam seperti ma’mum tanpa imam, tanpa seorang khalifah umat islam bagai sekumpulan anak ayam yg kehilangan induknya, maka tidak heran selama ini umat islam selalu di jadikan ayam sayur

Berdasarkan hadits nabi banyak para ulama menjelaskan bahwa di akhir zaman umat Islam akan terpecah belah menjadi beberapa golongan, dan dari beberapa golongan yg mengibarkan bendera hanya ada satu golongan yg berada di jalan Allah yaitu golongan yg mengibarkan bendera kalimat tauhid “Laillaha ilallah muhammad rasullulah”

Ketika sebuah kekhalifahan di proklamirkan, negara kafir yg memusuhi islam merasa terancam dan membuat bandingan untuk memfitnah khalifah, sehingga membungkam mata telinga dan mulut umat Islam, karena mereka mengenal islam seperti mengenal anak mereka

Keberhasilan bandingan kafir yg meluluhkan semangat umat islam mengurungkan umat islam untuk membangun sebuah khalifah, sehingga seruan kekhalifahan yg di proklamirkan pun seperti sebuah lolongan anjing yg menggonggong

Dan ketika satu golongan mengibarkan bendera kalimat tauhid untuk membangun sebuah khilafah, umat islam hanya berkata:

“Oh itu hanya sekelompok radikal”
“Oh itu hanya sekelompok terrorist”

#Miriss

Siapa dalang di balik terror bom sarinah

image

Pelaku terror sarinah asal subang ini sebelumnya pernah dipidana atas tuduhan kasus pelatihan militer ilegal di aceh, bukan karena aksi peledakan perampokan atau pemerkosaan, wajar saja pelaku sangat berambisi untuk menghabisi para polisi

Belum lama ini kelompok radikal Din minimi di aceh mengajak damai kepada bin dengan tuntutan kelompoknya bisa bebas tanpa syarat, namun bin ingin kelompok din mini dapat di proses hukum berdasarkan uud yg berlaku, tapi din minimi menolak malah mengancam mengajak untuk berperang kembali dengan Insonesia

Selang beberapa waktu terjadilah aksi ledakan bom di mh. tamrin sarinah, hebatnya tuduhan aksi terrorisme itu langsung di tujukan kepada kelompok radikal isis tanpa bukti dan kesaksian yg valid

Yang seharusnya kita takutkan adalah ketika negara kita sedang getol perangi terroris internasional yg ada di timur tengah, ternyata terroris yg sebenarnya ada di belakang ada di tengah-tengah kita bahkan akan lebih berbahaya lagi jika otak pelaku terror yg sesungguhnya sedang duduk manis di sebuah lembaga pemerintahan

Ditulis dari WordPress untuk Android

Modifikasi new cbr

Kami membuat berbagai macam body custom berbahan fiber glass untuk new cbr 150 & cbr 250

harga yang kami tawarkan relatif murah di bandingkan dengan harga pasaran

berikut adalah contoh product dan harga yang kami punya:

– kondom tangki new cbr 150 & new cbr 250

– price 350.000,-

ktank

– single seat new cbr 150 & cbr 250

– price 350.000,-

singleseter

– undercowl new cbr 150

– price 400.000,-

undercowl

– undercowl new cbr 250

– price 400.000,-

un.cbr250

– frame winshild new cbr 150 & new cbr 250

– price 350.000,-

fw.cbr

– cover arm new cbr 150

– price 350.000,-

1554587_591558697579966_1335138976_n

– cover arm new cbr 250 non abs

– price 350.000,-

ca.cbr

– spakbor depan new cbr 150 & new cbr 250

– price 250.000,-

spkbr.cbr

– body belakang new cbr 150 & new cbr 250

– price 850.000,-

buntut

b.cbr

r3

untuk info dan pemesanan hubungi Customer service:

– 089654333007

Home / Office: Jl.Pulogebang No.28b Cakung jaktim 13950